Prinsip-prinsip Dasar Umat Baptis

Dari sekian banyak denominasi gereja, umat Baptis memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan denominasi- denominasi lain.  Ada banyak  persamaan dengan gereja-gereja lain dalam kepercayaannya, seperti Allah adalah Tritunggal; Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, menderita, disalibkan, mati dan dikuburkan, bangkit pada hari ketiga, naik ke surga dan akan datang kembali; Alkitab adalah Firman Allah; dan lain-lain   tetapi ada juga perbedaan-perbedaan dengan gereja-gereja lain.  Bahkan perbedaan-perbedaan juga terdapat di antara kelompok-kelompok Baptis.  Tetapi ada hal-hal yang dipegang sebagai Prinsip Umat Baptis.

Umat Baptis memiliki tiga prinsip dasar yang diterapkan dalam kehidupan mereka.  Prinsip-prinsip itu adalah, Kemerdekaan, Kesamaan dan Keberagaman.  Ketiga prinsip ini, diakui atau tidak, diterapkan oleh setiap denominasi Baptis

Prinsip Kemerdekaan

Umat Baptis sangat menekankan kemerdekaan dalam kehidupannya.  Baik kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok maupun kemerdekaan agama.

Kemerdekaan Pribadi.

Karena keselamatan bersifat pribadi, maka keputusan iman harus dibuat secara pribadi dan sukarela, tidak mewakili dan tidak diwakili oleh orang lain.  Setiap orang dapat membuat keputusan iman tanpa paksaan dari orang lain. Demikian juga dalam setiap keputusan yang berhubungan dengan iman, Umat Baptis berprinsip bahwa setiap orang merdeka untuk membuat keputusan iman sendiri.

Dalam hal keanggotaan gereja, setiap orang harus membuat keputusan sendiri dan sukarela untuk menjadi anggota gereja.  Bagi Umat Baptis, jika seseorang memutuskan untuk bergabung dengan sebuah gereja, maka ia mengikatkan diri dengan gereja secara sukarela dan berarti juga bahwa ia siap melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab sebagai anggota gereja secara sukarela.

 

Kemerdekaan Kelompok/Gereja.

Kemerdekaan kelompok/gereja muncul karena sejarah Umat Baptis menunjukkan bahwa Umat Baptis tidak lahir dari satu sumber atau satu tokoh tertentu.   Kelompok-kelompok Baptis muncul dari latar belakang yang berbeda-beda. Beberapa kelompok Umat Baptis bahkan menekankan begitu kuatnya kemerdekaan kelompok, sehingga menjadi kelompok independen. Sementara sebagian lainnya mengatur sesuai dengan keputusan bersama kelompok-kelompok yang membuat kesepakatan tersebut.  Pada dasarnya Umat Baptis berusaha menekankan kemerdekaan kelompok mereka.

Kemerdekaan Agama

Kemerdekaan Agama adalah hal yang sangat diperjuangkan Umat Baptis.  Hal ini muncul karena Umat Baptis lahir di tengah-tengah tekanan dan penganiayaan.  Banyak tokoh-tokoh Umat Baptis yang mengalami penganiayaan karena paksaan untuk mengikuti satu kepercayaan tertentu.  Karena pengalaman inilah maka Umat Baptis memperjuangkan kemerdekaan agama.

Dalam sejarah gereja, telah terjadi penyimpangan terhadap tujuan Yesus bagi jemaat-Nya.  Di tempat pertama kali Umat Baptis lahir, negara menguasai gereja, sementara di tempat lain terjadi sebaliknya, gereja menguasai negara. Kedua hal inilah yang menyebabkan penyimpangan terhadap tujuan Yesus bagi Gereja-Nya.  Oleh karena itu Umat Baptis menekankan pemisahan gereja dan Negara.  Gereja tidak menguasai Negara dan Negara tidak menguasai gereja.  Negara memiliki tanggung jawab sendiri dan gereja memiliki tanggung jawab sendiri.  Bagi umat Baptis, Kemerdekaan agama berarti agama tidak dikuasai Negara dan Negara tidak dikuasai agama.

Pertanyaan-pertanyaan

  1. Mengapa Umat Baptis menekankan kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok dan kemerdekaan agama?
  2. Apakah arti kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok, dan kemerdekaan agama?
  3. Apakah prinsip Umat Baptis mengenai Gereja dan Negara atau Agama dan Negara?

Selanjutnya…

The Greco-Roman World of the New Testament Era: Exploring the Background of Early Christianity


hosting terbaik 

Flag Counter