Pengalaman yang Menggetarkan!

I love to share this

Salam sejahtera

Saya tertarik dengan pernyataan Hanna Li dalam Kata Pengantarnya dalam buku, “Menjawab Doktrin Tritunggal: Perihal Ke-Allah-an Yesus”, yang berkata ”Goncangkan iman Anda dulu, teguhkan kemudian.”  Sewaktu membaca frasa ini, saya teringat bahwa iman saya pernah ”digoncang” oleh Harnack, Bultmann, Schleirmacher dan lain-lain.  Saya pernah menolak semua mujizat dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun perjanjian Baru dan bahkan saya juga menolak Yesus sebagai Allah.  Dalam “pemberontakan” itu, saya percaya bahwa Yesus hanyalah seorang anak Yusuf dan Maria dari perkawinan mereka, tidak lebih!  Kebangkitan-Nya adalah kebohongan.

Setelah belajar Bahasa Yunani, saya mulai menyelidiki Alkitab dalam Bahasa Yunani.  Sekali lagi iman saya digoncang, kali ini oleh seorang teolog abad pertama, Penulis Injil Yohanes, dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial pada masanya, bahwa Yesus adalah Allah! Goncangan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan.  Dan apa yang Injil Yohanes tawarkan sangat jelas tentang keilahian Yesus, pertanyaan itu bukan ”benar atau salah?” tetapi ”percaya atau tidak?”  Saya harus memilih dan saya telah memilih.

Dari pengalaman saya, sebuah prinsip telah lahir dan menjadi bagian hidup saya.  ”Bongkar total teologi Anda, ganti dengan teologi setingkat Harnack, Bultmann dan Schleirmacher dan kalahkan mereka.”  Itulah prinsip yang selalu saya pegang setelah cinta saya bersemi kembali terhadap Yesus!  Sebuah pengalaman yang menggetarkan jiwa.

Saya merasa tindakan kaum Unitarian telah terlalu jauh, jadi saya harus membantu Saudara-saudara seiman saya untuk menancapkan akar iman mereka lebih dalam lagi, setelah digoncang lebih dahulu tentunya.  Terima kasih kepada kaum Unitarian untuk goncangannya, Semoga kaum Unitarian berpengalaman dengan goncangan kedua.


I love to share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *