Kehidupan Tuhan Yesus (Genap 2018)

I love to share this
  • 5
    Shares

Nilai Akhir Mata Kuliah
Kehidupan Kehidupan Tuhan Yesus
NIM
1
2
3
4
Nilai
Keterangan
60%
15%
15%
10%
Angka
Huruf
16022
  55
  15
   15
5
     90
A
LULUS
17002
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17004
  55
  15
   15
5
     90
A
LULUS
17005
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17006
  55
  15
   15
4
     89
AB
LULUS
17007
  60
  15
   15
5
     95
A
LULUS
17009
  50
  15
   15
4
     84
AB
LULUS
17010
  50
  15
   
4
     69
BC
LULUS
17013
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17017
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17018
  45
  15
   15
3
     78
B
LULUS
17019
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17020
  45
  15
   15
3
     78
B
LULUS
17024
  55
  15
   15
5
     90
A
LULUS
17025
  60
  15
   15
5
     95
A
LULUS
17026
  60
  15
   15
4
     94
A
LULUS
17030
  45
  15
   15
3
     78
B
LULUS
17032
  60
  15
   15
5
     95
A
LULUS
17033
  60
  15
   15
5
     95
A
LULUS
17035
  55
  15
   15
5
     90
A
LULUS
17037
  55
  15
   15
4
     89
AB
LULUS
17038
  55
  15
   15
5
     90
A
LULUS
17003
  50
  15
   
5
     70
BC
LULUS
17008
  50
  15
   
4
     69
BC
LULUS
17014
  50
  15
   15
5
     85
AB
LULUS
17023
  50
  15
   15
4
     84
AB
LULUS
1. Kuis/Tugas/Studi Kasus  60% 
2. UTS 15% 
3. Tugas Akhir 15% 
4. Catatan Pribadi/Kehadiran 10% 

I love to share this
  • 5
    Shares

Bahasa Yunani I ( Genap 2018)

I love to share this
  • 5
    Shares

 

Nilai Akhir
Bahasa Yunani I (2018)
NIM
1
2
3
Nilai
Keterangan
40%
60%
20% (Bonus)
Angka
Huruf
15003
40
50
0
90
A
LULUS
15004
40
20
0
60
C
LULUS
16002
40
5
0
45
DE
TIDAK LULUS
16003
40
40
0
80
AB
LULUS
16007
40
58
0
98
A
LULUS
16009
40
20
15
75
B
LULUS
16011
40
10
0
50
D
TIDAK LULUS
16012
40
20
0
60
C
LULUS
16014
40
56
0
96
A
LULUS
16037
20
5
0
25
E
TIDAK LULUS
16016
40
30
5
75
B
LULUS
16024
40
30
0
70
BC
LULUS
16025
40
57
0
97
A
LULUS
16038
40
30
0
70
BC
LULUS
16031
40
15
0
55
CD
TIDAK LULUS
16005
40
15
0
55
CD
TIDAK LULUS
16006
40
42
0
82
AB
LULUS
16010
40
15
20
75
B
LULUS
16017
40
15
20
75
B
LULUS
16021
40
15
20
75
B
LULUS
16023
40
15
20
75
B
LULUS
16026
40
15
0
55
CD
TIDAK LULUS
16027
40
20
20
80
AB
LULUS
16035
40
10
5
55
CD
TIDAK LULUS
16030
40
10
0
50
D
TIDAK LULUS
16032
40
40
0
80
AB
LULUS
1. Partisipasi Kelas dan Kehadiran
2. Ujian-ujian (Rata-rata dari Nilai-nilai Ujian)
3. Tugas Mandiri (Bonus)

I love to share this
  • 5
    Shares

Prinsip-prinsip Umat Baptis

I love to share this
  • 5
    Shares

Dari sekian banyak aliran gereja, umat Baptis memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan aliran-aliran lain.  Ada banyak persamaan dengan gereja-gereja lain dalam kepercayaannya, seperti Allah Tritunggal; Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, menderita, disalibkan, mati dan dikuburkan, bangkit pada hari ketiga, naik ke surga dan akan datang kembali; Alkitab adalah Firman Allah; dan lain-lain   tetapi ada juga perbedaan-perbedaan dengan gereja-gereja lain. Bahkan perbedaan-perbedaan juga terdapat di antara kelompok-kelompok Baptis.  Tetapi ada hal-hal yang dipegang sebagai Prinsip Umat Baptis.

Umat Baptis memiliki tiga prinsip yang diterapkan dalam kehidupan mereka.  Prinsip-prinsip itu adalah, Kemerdekaan, Kesamaan dan Keberagaman.  Dan ketiga prinsip ini, diakui atau tidak, diterapkan oleh setiap denominasi Baptis

Prinsip Kemerdekaan

 

Umat Baptis sangat menekankan kemerdekaan dalam kehidupannya.  Baik kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok maupun kemerdekaan agama.

Kemerdekaan Pribadi.  Karena keselamatan bersifat pribadi, maka keputusan iman harus dibuat secara pribadi dan sukarela, tidak mewakili dan tidak diwakili oleh orang lain.  Setiap orang dapat membuat keputusan iman tanpa paksaan dari orang lain. Demikian juga dalam setiap keputusan yang berhubungan dengan iman, Umat Baptis berprinsip bahwa setiap orang merdeka untuk membuat keputusan iman sendiri.

Dalam hal keanggotaan gereja, setiap orang harus membuat keputusan sendiri dan sukarela untuk menjadi anggota gereja.  Bagi Umat Baptis, jika seseorang memutuskan untuk bergabung dengan sebuah gereja, maka ia mengikatkan diri dengan gereja secara sukarela dan berarti bahwa ia siap melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab sebagai anggota gereja secara sukarela.

Kemerdekaan kelompok/gereja muncul karena sejarah Umat Baptis menunjukkan bahwa Umat Baptis tidak lahir dari satu sumber atau satu tokoh tertentu.   Kelompok-kelompok Baptis muncul dari latar belakang yang berbeda-beda.  Sebagian Umat Baptis bahkan menekankan begitu kuatnya kemerdekaan kelompok, sehingga menjadi kelompok (gereja) independen. Sementara sebagian lainnya mengatur sesuai dengan keputusan bersama kelompok-kelompok yang membuat kesepakatan tersebut.  Pada dasarnya Umat Baptis berusaha menekankan kemerdekaan kelompok mereka.

Kemerdekaan Agama adalah hal yang sangat diperjuangkan Umat Baptis.  Hal ini muncul karena Umat Baptis lahir di tengah-tengah tekanan dan penganiayaan.  Banyak tokoh-tokoh Umat Baptis yang mengalami penganiayaan karena paksaan untuk mengikuti satu kepercayaan tertentu.  Karena pengalaman inilah maka Umat Baptis memperjuangkan kemerdekaan agama.

Dalam sejarah gereja, telah terjadi penyimpangan terhadap tujuan Yesus bagi jemaat-Nya.  Di tempat Umat Baptis lahir, negara menguasai gereja, negara memilih pemimpin-peminpin gereja, sementara di tempat lain terjadi sebaliknya, gereja menguasai negara, gereja memilih dan mengatur para pemimpin negara.  Kedua hal inilah yang menyebabkan penyimpangan terhadap tujuan Yesus bagi Gereja-Nya.  Oleh karena itu Umat Baptis menekankan pemisahan gereja dan negara.  Gereja tidak menguasai Negara dan Negara tidak menguasai gereja.  Negara memiliki tanggung jawab sendiri dan gereja memiliki tanggung jawab sendiri.  Bagi umat Baptis, Kemerdekaan agama berarti agama tidak menguasai negara dan negara tidak menguasai agama.

Pertanyaan-pertanyaan
Mengapa Umat Baptis menekankan kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok dan kemerdekaan agama?
Apakah arti kemerdekaan pribadi, kemerdekaan kelompok, dan kemerdekaan agama?
Apakah prinsip Umat Baptis mengenai Gereja dan Negara atau Agama dan Negara?

Prinsip Kesamaan

Sebelum Umat Baptis hadir di Inggris, gereja-gereja di Inggris pada masa itu dipimpin oleh seorang imam yang dipilih oleh Raja (semacam gubernur negara bagian) atau Uskup, sehingga para rohaniawan kaya, yang hidup kerohaniannya tidak baik, dapat membeli jabatan imam dengan membayar kepada Raja atau Uskup.  Semakin besar gereja, yang tentu saja semakin besar persembahanan yang akan diperoleh oleh seorang imam, semakin besar “harga jual” gereja itu.

Hal ini, membuat sekelompok orang yang menghendaki pemimpin yang menjadi teladan hidup, menyelidiki Alkitab mengenai hal itu.  I Petrus 2:9 mengatakan

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib,…

Ayat ini telah membuka mata sekelompok Umat Kristen dan ayat ini menjadi dasar bagi doktrin Imamat orang percaya, setiap orang percaya adalah imam di hadapan Allah.  Setiap orang percaya dapat memimpin jemaat dengan cara dipilih oleh jemaat. Bukan dipilih oleh uskup atau orang di luar jemaat.

Gereja Baptis tidak membuat pemisahan kaum rohaniawan dan kaum awam,  Setiap orang percaya adalah imam, jadi setiap orang percaya adalah rohaniawan.  Tetapi setiap orang melayani berdasarkan waktu yang dapat dipersembahkannya kepada Tuhan.  Ada orang yang mempersembahkan seluruh hidupnya bagi pekerjaan Tuhan, ada yang hanya memberikan sebagian saja dari waktunya untuk pelayanan.  Ada yang secara khusus mempersembahkan dirinya untuk diperlengkapi bagi pelayanan, tetapi semuanya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama di hadapan Allah, semua wajib hidup dalam standar kesucian yang sama, semua bertanggung jawab untuk bersaksi.

Prinsip kesamaan ini menghilangkan perbedaan dalam Gereja Baptis.  Gereja Baptis tidak memberlakukan “pakaian khusus” untuk orang tertentu.  Pendeta/ Gembala dalam Gereja Baptis tidak berfungsi sebagai “Bapak Rohani”  tetapi sebagai pemimpin yang memperlengkapi jemaat karena mereka telah diperlengkapi secara khusus.  Efesus 4:11-12 menyatakan hal itu.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ini berarti bahwa orang-orang tertentu telah mempersembahkan seluruh hidupnya untuk diperlengkapi secara khusus dengan tujuan memperlengkapi setiap orang percaya bagi pembangunan tubuh Kristus.  Tugas membangun tubuh Kristus bukan hanya tugas pendeta atau golongan rohaniawan tertentu, tetapi seluruh anggota jemaat berkewajiban untuk bersama-sama membangun tubuh Kristus.

Pertanyaan-pertanyaan

Apakah yang dimaksud dengan Prinsip Kesamaan?
Apakah perbedaan Pendeta dengan anggota gereja dalam Gereja Baptis? Mengapa demikian?
Apakah persamaan Pendeta dengan anggota gereja dalam Gereja Baptis? Mengapa demikian?

Prinsip Keberagaman

Umat Baptis, sebagaimana kita ketahui, tidak muncul dari satu sumber atau satu orang, karena itu tidak ada Gereja Baptis yang sama.  Kesamaan Gereja-gereja Baptis terletak pada prinsip-prinsip yang mendasar. Seperti pertobatan harus mendahului baptisan, imamat orang percaya (semua orang percaya adalah imam di hadapan Allah),  Setiap orang harus mengambil keputusan pribadi mengenai imannya (prinsip kemerdekaan), dan lain-lain.  Tetapi ada perbedaan di antara gereja-gereja Baptis, bahkan dalam satu denominasi Baptis pun tidak setiap gereja Baptis persis sama, walaupun terdapat kesepakatan bersama, dalam pengakuan iman misalnya.  Karena prinsip kemerdekaan, maka Umat Baptis menghargai perbedaan pendapat.  Dengan demikian ada sebuah prinsip lagi di antara Umat Baptis yaitu Prinsip Keberagaman.   Ada sebuah frasa yang sangat terkenal di antara Umat Baptis yaitu, “Jika tiga orang Baptis berkumpul dan membicarakan satu doktrin, maka akan muncul empat pendapat.”  Frasa ini muncul karena adanya perbedaan-perbedaan di antara Umat Baptis.

Pada awal abad ke-18, di Eropa, diusahakanlah sebuah Gabungan (Union) di antara Gereja-gereja Baptis Umum.  Gabungan ini berjalan baik beberapa tahun.  Tetapi kemudian terjadilah gejolak ketika beberapa pemimpin Gabungan menyusun Daftar Pengakuan Iman, menyebarkan dan mewajibkan setiap gereja anggota Gabungan tersebut untuk menerima pengakuan iman itu.  Banyak gereja dalam Gabungan tersebut menolak daftar kepercayaan yang baku.  Pengakuan Iman yang baku dianggap membelenggu kebebasan berpendapat dalam Gabungan tersebut.  Banyak Gereja Baptis akhirnya keluar dari Gabungan dan menyusun daftar kepercayaan mereka dengan penekanan bahwa daftar kepercayaan hanyalah sebuah pedoman ringkas pengajaran bagi anggota-anggota gereja, yang tidak lebih tinggi dari Alkitab, tidak sejajar dengan Alkitab dan tidak dapat menggantikan Alkitab.

Pada umumnya daftar kepercayaan kelompok-kelompok Baptis adalah singkat, sederhana dan tidak mendetail.  Bagi rumpun Baptis, daftar kepercayaan juga tidak berkuasa mutlak atas anggota gereja (Prinsip kemerdekaan).  Hal ini membuka peluang bagi penyelidikan Alkitab dan perubahan-perubahan untuk lebih maju dalam iman, tetapi Alkitablah satu-satunya pedoman yang menjadi dasar iman Umat Baptis.  Bagi Umat Baptis Alkitab cukup.

Pertanyaan-pertanyaan

Mengapa tidak ada Gereja Baptis yang sama?
Apakah tolok ukur terakhir bagi umat Baptis?
Apakah pandangan Umat Baptis terhadap Alkitab dan Pengakuan Iman?

Karena prinsip keberagaman pula, dan untuk menghargai perbedaan pendapat di antara Umat Baptis, maka tulisan ini dibuat tidak dengan maksud untuk menjelaskan secara terperinci mengenai seluruh umat Baptis atau untuk mewakili semua Umat Baptis ataupun satu kelompok Baptis tertentu.  Tulisan ini dibuat dan dihimpun dari berbagai sumber dengan tujuan agar pembaca mengenali Umat Baptis lebih dekat.

Pdt. Daniel H. Herman, M.Th.


I love to share this
  • 5
    Shares

Empat Pandangan Sejarah Umat Baptis

I love to share this
  • 5
    Shares

Umat Baptis adalah umat yang unik. Kelompok ini muncul, dapat dikatakan hampir bersamaan dengan Reformasi Martin Luther bahkan sebelum Reformasi Martin Luther, kelompok Baptis sudah muncul di Inggris. Berikut ini ada beberapa pendapat tentang munculnya Umat Baptis.

Teori Yerusalem-Yordan-Yohanes Pembaptis
Pada awal abad 19, sekelompok Umat Baptis membuat pernyataan bahwa Umat Baptis bermula pada pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Teori ini muncul untuk menghadapi pandangan bahwa gereja sejati memiliki kelanjutan rasuli, terutama Rasul Petrus yang dianggap sebagai Rasul yang utama. Yang lain berpendapat bahwa Kaum Baptis adalah kelanjutan dari murid-murid Yohanes Pembaptis yang kemudian percaya kepada Yesus (Matius 11:2-10; Kisah Para Rasul 18:24-19:5.) Kesan ini timbul karena kesamaan prinsip yaitu Pertobatan harus mendahului Baptisan. Karena Teori Yerusalem-Yordan-Yohanes Pembaptis ini terlalu dibuat-buat, walaupun ada kesamaan dalam prinsip (Pertobatan harus mendahului Baptisan) tidak dapat dianggap sebagai permulaan umat Baptis.
Dari Teori Yerusalem-Yordan-Yohanes Pembaptis dapat dikenali tekanan umat Baptis. Umat Baptis sangat menekankan pertobatan bukan baptisan. Nama kelompok “Baptis” justru diberikan oleh orang-orang yang sebenarnya menentang kelompok ini. Umat Baptis mula-mula lebih senang disebut

“Orang-orang yang dibaptiskan atas iman pribadi”

Pertanyaan-pertanyaan
1. Apakah dasar bagi anggapan bahwa Umat Baptis bermula dari pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis?
2. Apakah kesamaan ajaran kelompok Baptis dengan murid-murid Yohanes Pembaptis?
3. Pelajaran penting apakah yang dapat disimpulkan dari teori Yerusalem-Yordan-Yohanes Pembaptis?

Teori Kelanjutan Kelompok Anabaptis
Pada akhir abad 19, di kalangan Umat Baptis muncul kritik terhadap pandangan di atas, dan mengemukakan bahwa Gereja Baptis bermula dari kelompok Anabaptis. Karena pandangan pembaptisan orang percaya (pembaptisan setelah pertobatan) berasal dari kelompok Anabaptis.
Pada akhir abad 15 muncul dua kelompok di Inggris yang bertujuan mengembalikan gereja kepada model gereja Perjanjian Baru. Kelompok Separatis yang memisahkan diri dari Gereja Inggris, dan kelompok Puritan yang berusaha mengubah gereja dari dalam.
John Smyth, seorang dari kelompok separatis di Inggris. Kelompoknya berpendapat bahwa gereja haruslah terdiri dari orang-orang yang telah bertobat dan mengaku percaya dan gereja setempat dapat memilih pemimpin gereja itu sendiri, bukan pemerintah atau negara atau Uskup Agung yang memilih pemimpin gereja setempat. Hal ini didasari oleh kepercayaan bahwa setiap orang percaya adalah imam (Imamat yang rajani). Jadi setiap orang percaya memiliki hak yang sama untuk melayani dan untuk mengambil bagian dalam memilih para pemimpin mereka.
Karena tekanan dari gereja resmi akhirnya mereka melarikan diri ke Amsterdam. Di Amsterdam mereka bertemu dangan Kaum Mennonite, kelompok Anabaptis yang didirikan oleh Menno Simons, yang berpendapat bahwa baptisan haruslah diberlakukan bagi orang yang telah percaya (bertobat). John Smyth kemudian membaptis ulang anggota-anggotanya. Prinsip kaum Mennonite tentang ”pertobatan harus mendahului baptisan” akhirnya menjadi prinsip Umat Baptis.

John Smyth melangkah lebih jauh, menyatakan diri bergabung dengan kelompok Mennonite, dan menganut baptisan selam tetapi Thomas Helwys dan pengikut-pengikut John Smyth lainnya menolak bergabung dengan Mennonite. Kelompok Baptis tetap mempertahankan pembaptisan dengan cara menuangkan air di atas kepala. Mereka akhirnya kembali ke Inggris dan berjuang untuk cita-cita mereka dan menghadapi tekanan dari gereja resmi. Thomas Helwys sendiri dipenjara karena prinsip-prinsip yang dianutnya. Akhirnya ia wafat dalam penjara.
Prinsip ‘pertobatan harus mendahului baptisan’ akhirnya berakar kuat dalam kehidupan Umat Baptis. Kelompok Anabaptis sebenarnya tidak dapat dianggap sebagai cikal-bakal Umat Baptis, karena walaupun ada kesamaan dalam ajaran-ajarannya, terdapat juga perbedaan-perbedaan seperti, Anabaptis melarang anggota-anggotanya bersumpah, memasuki dinas militer dan melibatkan diri dalam politik atau pemerintahan negara, sementara Umat Baptis tidak melarang anggota-anggotanya bersumpah dan banyak anggota-anggotanya adalah tentara, aktif dalam politik dan duduk di pemerintahan. Mungkin lebih tepat jika dikatakan bahwa Umat Baptis adalah Saudara Kembar Kelompok Anabaptis.
Kebenaran penting dalam pelajaran ini adalah, Umat Baptis sangat menekankan pertobatan, bukan baptisan. Umat Baptis juga berprinsip bahwa gereja haruslah terdiri dari orang-orang yang telah mengaku percaya (bertobat).

Pertanyaan-pertanyaan
1. Apakah penyebab Umat Baptis melarikan diri dari Inggris ke Amsterdam?
2. Dalam perjumpaan dengan kelompok Mennonite, ajaran apakah yang diterima dan yang tidak diterima mengenai baptisan?
3. Apakah kesamaan dan perbedaan Umat Baptis dengan Kelompok Anabaptis?
4. Apakah pelajaran penting yang dapat disimpulkan dari anggapan Teori Kelanjutan Kelompok Anabaptis ini?

Teori Keturunan Kaum Puritan Inggris.
Sementara Kaum Puritan Inggris berjuang ‘memurnikan’ gereja dari dalam, ada kelompok Puritan yang berusaha dengan menggunakan kekuatan tentara. Kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan cara-cara kekerasan akhirnya memisahkan diri, terutama kelompok yang menentang baptisan bayi. Dan dari kelompok inilah muncul Umat Baptis yang lain. Kelompok Baptis yang muncul dari kelompok Separatis Inggris disebut sebagai General Baptist (Baptis Umum) sedangkan Kelompok Baptis yang keluar dari Kaum Puritan Inggris disebut Particular Baptist (Baptis Khusus). Karena hubungan dengan kaum Mennonite, kelompok Baptis Khusus menerima baptisan selam dan hal ini kemudian diikuti juga oleh Kelompok Baptis Umum.
Umat Baptis tidak dapat dikatakan sebagai keturunan kelompok Puritan Inggris tetapi lebih tepat jika dikatakan bahwa di antara kelompok-kelompok puritan Inggris terdapat kelompok yang memiliki prinsip-prinsip Baptis yang akhirnya semakin menjadi jelas bahwa mereka berbeda dengan Kelompok Puritan yang lain.
Kebenaran penting dalam pelajaran ini adalah, Umat Baptis adalah kelompok yang suka bekerja sama dengan kelompok-kelompok Kristen lain, tetapi tetap pada prinsip, bahwa pemaksaan kehendak dan kekerasan bukan cara untuk mencapai tujuan. Juga Umat Baptis adalah ‘umat yang belajar.’ Umat Baptis siap mengubah pandangan yang salah. Kelompok-kelompok Baptis kemudian mengakui bahwa baptisan selam adalah baptisan yang dipakai oleh Jemaat Perjanjian Baru. Tetapi tekanan tidak terletak pada baptisan melainkan pada pertobatan.Pertanyaan-pertanyaan
1. Apakah Umat Baptis muncul dari satu orang atau satu sumber?
2. Apakah penyebab Umat Baptis memisahkan diri dari kelompok puritan lain?
3. Kebenaran penting apakah yang diterima Umat Baptis tentang baptisan?
4. Dua pelajaran penting apakah yang dapat ditarik dari anggapan Teori Keturunan Kaum Puritan Inggris?

Teori Pengaruh Penerjemahan Alkitab
John Wyclif, seorang filsuf dan teolog, pada tahun 1378 menulis buku Kebenaran Kitab Suci. Dengan buku ini ia menyerang gereja resmi dan mengatakan bahwa Alkitab harus menjadi norma yang paling akhir dan tidak ada yang lain. Alkitab harus dipakai untuk menguji gereja, tradisi, konsili dan bahkan Paus. Pada waktu itu, Alkitab hanya dibaca oleh para “rohaniawan” sedangkan anggota-anggota gereja dilarang membaca Alkitab. Karena penghambatan, pada tahun 1414, murid-murid John Wyclif yang disebut kaum Lollard bergerak di bawah tanah, menyebarkan Alkitab ke seluruh Inggris dengan demikian mereka ’mempersiapkan Inggris untuk reformasi’.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Umat Baptis bermula dari kaum Lollard tahun 1414, jadi lebih dahulu dari Reformasi Martin Luther, tetapi sangat lebih tepat jika dikatakan bahwa Umat Baptis muncul karena pengaruh terjemahan Alkitab yang disebarkan kaum Lollard. Umat Baptis tidak muncul sejak tahun 1414 dan tidak juga sebagai kelanjutan kaum Lollard, tetapi pengaruh ajaran Wyclif dan kaum Lollard bahwa Alkitab adalah tolok ukur gereja menjadi dasar munculnya kelompok-kelompok Separatis dan Puritan di Inggris. Sementara Alkitab yang disebarkan secara rahasia oleh kaum Lollard, membantu pembentukan pemahaman kelompok Baptis baik tentang Alkitab itu sendiri maupun seluruh doktrin-doktrinnya.
Kebenaran penting dalam pelajaran ini adalah, Umat Baptis sangat menekankan Alkitab sebagai tolok ukur kehidupan gereja. Gereja Baptis tidak berpedoman pada pengalaman rohani tertentu. Segala sesuatu harus diuji oleh Alkitab. Bagi Umat Baptis, Alkitablah tolok ukur terakhir bukan pengakuan iman, daftar doktrin atau pengalaman rohani tertentu. Dalam Gereja Baptis, pengakuan iman dan daftar doktrin digunakan sebagai pedoman ringkas ajaran iman, tidak lebih tinggi dari Alkitab, tidak sejajar dengan Alkitab dan tidak dapat menggantikan Alkitab.

Pertanyaan-pertanyaan
1. Apakah pengaruh Kaum Lollard terhadap Kaum Baptis?
2. Apakah pelajaran penting yang dapat disimpulkan dari Teori Pengaruh Penerjemahan Alkitab terhadap pandangan Umat Baptis tentang Alkitab?
3. Apakah pemahaman Umat Baptis tentang pengakuan iman dan daftar doktrin dalam hubungan dengan Alkitab?


I love to share this
  • 5
    Shares

Pengalaman yang Menggetarkan!

I love to share this
  • 5
    Shares

Salam sejahtera

Saya tertarik dengan pernyataan Hanna Li dalam Kata Pengantarnya dalam buku, “Menjawab Doktrin Tritunggal: Perihal Ke-Allah-an Yesus”, yang berkata ”Goncangkan iman Anda dulu, teguhkan kemudian.”  Sewaktu membaca frasa ini, saya teringat bahwa iman saya pernah ”digoncang” oleh Harnack, Bultmann, Schleirmacher dan lain-lain.  Saya pernah menolak semua mujizat dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun perjanjian Baru dan bahkan saya juga menolak Yesus sebagai Allah.  Dalam “pemberontakan” itu, saya percaya bahwa Yesus hanyalah seorang anak Yusuf dan Maria dari perkawinan mereka, tidak lebih!  Kebangkitan-Nya adalah kebohongan.

Setelah belajar Bahasa Yunani, saya mulai menyelidiki Alkitab dalam Bahasa Yunani.  Sekali lagi iman saya digoncang, kali ini oleh seorang teolog abad pertama, Penulis Injil Yohanes, dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial pada masanya, bahwa Yesus adalah Allah! Goncangan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan.  Dan apa yang Injil Yohanes tawarkan sangat jelas tentang keilahian Yesus, pertanyaan itu bukan ”benar atau salah?” tetapi ”percaya atau tidak?”  Saya harus memilih dan saya telah memilih.

Dari pengalaman saya, sebuah prinsip telah lahir dan menjadi bagian hidup saya.  ”Bongkar total teologi Anda, ganti dengan teologi setingkat Harnack, Bultmann dan Schleirmacher dan kalahkan mereka.”  Itulah prinsip yang selalu saya pegang setelah cinta saya bersemi kembali terhadap Yesus!  Sebuah pengalaman yang menggetarkan jiwa.

Saya merasa tindakan kaum Unitarian telah terlalu jauh, jadi saya harus membantu Saudara-saudara seiman saya untuk menancapkan akar iman mereka lebih dalam lagi, setelah digoncang lebih dahulu tentunya.  Terima kasih kepada kaum Unitarian untuk goncangannya, Semoga kaum Unitarian berpengalaman dengan goncangan kedua.


I love to share this
  • 5
    Shares

Kesalahan Kaum Unitarian

I love to share this
  • 5
    Shares

Pernyataan Frans Donald bahwa ”,…setiap orang dapat merumuskan iman berdasarkan hati nurani dan akal sehatnya” menunjukkan bahwa iman Frans Donald bergantung pada sesuatu yang lemah.  Iman Kristen tidak bergantung pada hati nurani dan akal sehat, tetapi pada Firman Allah.  Jika akal sehat menjadi ukuran, maka kedudukan akal sehat lebih tinggi daripada Firman Allah.  Semoga Frans Donald siap mengganti dasar imannya dari hati nurani dan akal sehat yang terlalu rapuh dan telah dipengaruhi dosa dengan Firman Allah yang kokoh.

Pemahaman Frans Donald tentang Trinitas keliru, Frans Donald seolah mencari jalan tengah.  Saya kuatir iman Frans Donald adalah iman sinkritis alias iman campur aduk.  Buku-buku Frans Donald belum membicarakan Trinitas.  Dalam buku-bukunya, tersirat bahwa Frans Donald memahami Trinitas sebagai Modalisme atau bahkan Triteisme.

Metodologi penelitian Frans Donald sangat tidak ilmiah.  Dengan segala cara, Frans Donald berusaha membuktikan teorinya.   Pada dasarnya, setelah membaca buku-buku Frans Donald, saya menyimpulkan, pertama, Frans Donald melakukan penelitian yang bersifat deduktif.  Artinya, Frans Donald  sudah mempunyai konsep terlebih dahulu baru mencari ayat-ayat pendukung.  Bahkan terkesan memaksakan ayat-ayat yang sama sekali tidak berhubungan dengan konteks pembahasan untuk memihak pada konsepnya.  Kedua, Frans Donald  melakukan penafsiran eisegesis yaitu memasukkan arti ke dalam teks Alkitab, bukan eksegesis, menarik arti dari dalam teks.  Cara ini (eisegesis, akan terlihat pada ayat-ayat yang dibahas) sangat tidak Alkitabiah, sekalipun ayat yang dibahas adalah ayat Alkitab.  Ketiga, Frans Donald  juga melakukan pengutipan secara tidak utuh, yaitu mengutip sebagian pendapat yang dianggap dapat mendukung teori Frans Donald , sementara maksud atau tujuan yang sesungguhnya, yang bahkan bertentangan dengan konsepnya tidak dikutip.  Keempat, jika ternyata ada ayat-ayat yang mendukung konsep bahwa Yesus adalah Allah (sejati) maka Frans Donald  mengurangi makna Allah menjadi ’allah’, atau ’bersifat allah’ dan mencari dukungan dengan mengangkat ayat-ayat tentang ’allah’ dengan tujuan memaksakan konsep bahwa kata ’Allah’ dalam sebuah ayat tidak harus diartikan sebagai ’Allah Sejati’.  Terakhir, Frans Donald  juga memuat ayat-ayat terjemahan-terjemahan Alkitab untuk memaksakan konsep bahwa Yesus bukanlah Allah yang setara dengan Allah sejati sekalipun ayat tersebut berkata bahwa Yesus adalah Allah dan memaksakan penafsiran bahwa ayat itu tidak berkata bahwa Yesus adalah Allah sejati.

Saya tidak akan membahas seluruh isi buku-buku Frans Donald .  Hanya bagian-bagian yang berhubungan dengan Alkitab yang Frans Donald  pakai sebagai alibi untuk menyerang Trinitas, meluruskan makna ayat-ayat yang digunakan dan menjawab dengan bukti-bukti Alkitab bahwa Trinitas itu Alkitabiah dan layak dipercaya.  Jika sebuah bagian dari buku Frans Donald  tidak saya bahas, itu berarti bahwa bagian tersebut tidak ada hubungan dengan konsep Trinitas atau saya tidak merasa bagian itu penting untuk dibahas atau bagian tersebut tidak ada masalah dengan pemahaman Kristen tentang Trinitas.

Saya juga tidak akan memberi komentar atas ayat-ayat Al Qur’an, Hadits dan pendapat-pendapat dari tokoh-tokoh dalam buku-buku Frans Donald .  Karena saya bukan seorang mufasir, saya tidak akan menafsirkan Al’Quran.  Juga karena Al Qur’an bukan Kitab Suci saya, saya ingin konsisten dengan ”etika iman” bahwa Kitab Suci sebuah agama tidak boleh ditafsirkan atau dijelaskan dari kacamata di luar iman Kitab Suci tersebut.  Karena itulah, untuk menghormati Umat Islam, saya tidak akan membahas  ayat-ayat Al Qur’an, dan Hadits.

Kemudian untuk memberi pemahaman yang benar dan Alkitabiah mengenai Trinitas, saya akan menjelaskan Trinitas (bukan Triteisme atau Modalisme) dari Alkitab tentunya.  Mengenai terjemahan, saya memakai Alkitab Terbitan LAI sebagai bahan pembahasan.  Sementara Alkitab dengan bahasa-bahasa Asli, yakni Alkitab Bahasa Ibrani, Perjanjian Lama dan Alkitab Bahasa Yunani, Perjanjian Baru akan saya pakai untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam terhadap kata atau frasa dalam sebuah ayat.  Untuk Alkitab berbahasa Inggris saya menggunakan New American Standard Bible (NASB) dan New International Version (NIV).  Kedua Alkitab tersebut diterjemahkan langsung dari Greek New Testament (GNT) dan berusaha untuk sedekat mungkin dengan bahasa Asli.  Selamat menyelidiki. Tuhan menyertai Anda!


I love to share this
  • 5
    Shares